Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Blog ini kami buat sebagai wadah bersilaturahmi antar orangtua/ wali murid dan seruruh komunitas sekolah SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung
Oleh: Anda Rohanda (Papa Fikri)

Jumat, 18 Maret 2011

Manual Penggunaan: Keranjang Takakura !



Sekilas tentang Keranjang Takakura:

Keranjang pengkomposan metode TAKAKURA ini pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh satu organisasi di kota Surabaya yang bernama PUSDAKOTA (Pusat Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan) Surabaya. Nama TAKAKURA sendiri merupakan nama seorang Profesor dari Jepang yang membantu Riset dan pengembangan model pengkomposan rumah tangga ini. Untuk menghargai jasa beliau, maka namanya diabadikan menjadi nama model keranjang pengkomposan ini yang telah dipatenkan oleh PUSDAKOTA.

Mengapa Kita Perlu Mengkompos ?

1. mengkompos secara benar akan mencegah sampah organis anda menimbulkan bau tak sedap dan menjadi tempat berkembang biak bibit penyakit.

2. sampah organis rumah tangga umumnya mencakup 50% , hanya dengan mengkompos, anda telah mengurangi 50% sampah anda. Bayangkan bila semua rumah tangga melakukan hal ini. Milyaran dana akan dihemat oleh setiap kota untuk membiayai pengangkutan, pengelolaan Tempat Penyimpanan Sampah dan mengatasi berbagai dampak lingkungan dari kedua kegiatan tersebut.

3. Dengan mengkompos anda dengan sendirinya akan memisahkan sampah non organis (plastik, logam, kaca) dari sampah organis. Manfaatnya :

a. Tingkat daur ulang dan biaya daur ulang sampah non organis akan meningkat signifikan. Serahkanlah sampah non organis pada para pemulung. Diperkirakan, dengan bantuan para pemulung, anda akan mengurangi sampah non organis sampai 20%-30%. Artinya bersama dengan kegiatan mengkompos anda telah mengurangi masalah sampah sampai 70% sampai 80%!

b. Proses pembusukan sampah organis yang bercampur dengan sampah non organis akanmendorong lepasnya racun-racun dari sampah plastik dan batu baterai.

4. Mengurangi pencemaran ke sungai-sungai atau air tanah.

5. membantu mencegah pemanasan global, karena dalam kompos sebagian besar karbon dari sampah anda tidak terlepas ke udara (sebagai CO2 atau CH)

6. Dan… tentu saja KOMPOS yang anda hasilkan dari kegiatan ini akan menjadi mitra anda untuk berkebun tanpa pupuk kimia. Atau, kalaupun anda membuangnya, kompos akan menambah kesuburan tanah.

Apa Keunggulan keranjang Takakura ?

1. Praktis dan murah untuk mengkompos di dalam ruangan dibanding kebanyakan metoda pengkomposan lainnya yang harus dilakukan di luar ruangan.

2. Ukuran keranjang relatif kecil tetapi kinerjanya tinggi : mampu mengkompos dengan cepat dan kecil kemungkinan terjadi bau. Walaupun ruang yang disisakan untuk mengkompos hanya 1/3 wadah, tetapi wadah akan penuh paling cepat 2-3 bulan, untuk masukan 1-2 kg sampah per hari dengan jumlah anggota keluarga 5 – 7 orang.

(lihat bagian khusus tentang apa yang perlu dilakukan bila keranjang Takakura penuh).

3. Alat dan bahannya mudah diperoleh, anda bahkan dapat membuat sendiri media

isinya & alternatif pilihan keranjang Takakura dengan relatif mudah.

Apa yang dapat diolah keranjang Takakura ?

Pada dasarnya keranjang Takakura dapat digunakan untuk mengkompos semua bahan organis(semua bahan yang berasal dari hewan dan tumbuhan). dimana jumlah rata-ratanya sekitar 50 % dari sampah rumah tangga.

Keranjang Takakura dirancang terutama untuk mengolah sampah sisa-sisa makanan,

termasuk berbagai sisa bahan pada saat memasak.

Contoh Jenis-jenis sampah organik yang dapat dimasukkan :
1. Sampah sayur baru & sisa sayur basi

2. Sisa nasi basi & sisa makan pagi, siang ataupun malam

3. Sampah buah (anggur, kulit jeruk, apel dll) kecuali kulit buah yang keras

4. Sampah ikan laut atau ikan

tawar dan daging dapat diolah tapi jumlahnya jangan sampai terlalu banyak.

Bagaimana dengan sampah kebun ?

Sampah kebun bisa dimasukkan ke dalam keranjang Takakura dalam jumlah terbatas, karena sampah kebun umumnya membutuhkan waktu penguraian lebih lama dari sisa makanan, khususnya yang keras. Sehingga memasukkan dalam jumlah banyak, membuat

keranjang menjadi cepat penuh. Ini bukan karena keranjang takakura tak mampu mengolah sampah kebun, tetapi karena keranjang takakura yang umum digunakan umumnya relatif kecil. Bila anda memiliki kebun besar, disarankan mengolah sampah kebun di kebun anda. Ada beberapa metoda yang anda pilih, hubungi YPBB untuk panduannya.

Sampah kebun dengan tingkat kekerasan mirip dengan sayuran dapat diolah dengan keranjang takakura, seperti mengolah sampah sisa makanan,

Jenis sampah lainnya yang dapat dimasukan

Kulit telur

berguna untuk tambahan kadar kalsium & mineral kompos.

Saran : usahakan menghancurkan kulit telur lebih dulu. Bisa dihancurkan dengan sekop yang telah disediakan.

Tulang

Tulangnya sendiri tidak dapat hancur, karena merupakan bahan organik yang keras. Tapi daging dan tulang rawan yang menempel di antara tulang dapat diolah.

Saran :

· Masukkan tulang segar ke keranjang Takakura, dan ambil kembali setelah daging yang menempel di tulang hilang kemudian buang bersama sampah anorganis.

· Berikan tulang kepada hewan peliharaan anda

· Tanyakan pada pemulung di sekitar rumah anda karena ada pemulung yang menerima tulang untuk dijual kembali kepada pembuat makanan hewan.



Panduan penggunaan keranjang





1. Buka keranjang Takakura, kain penutup dan bantalan sekam

2. Gali media pengkomposan dengan sekop kecil tepat di tengahnya sehingga terbentuk lubang. Sesuaikan ukuran galian dengan jumlah sampah yang akan dimasukkan.

3. Kemudian masukkan sampah organis yang akan anda kompos.

4. Timbun sampah tadi dengan menggunakan media yang ada di tepian lubang sehingga sampah tertutupi.

5. Tutup kembali dengan bantal sekam

6. Tutup kembali keranjang Takakura dengan kain penutup dan penutup keranjang

· Di hari berikutnya ketika kita akan memasukan sampah, terlebih dahulu perlu melakukan pengadukan secukupnya, supaya sampah yang dimasukan sehari sebelumnya tercampur merata dengan media pengkomposan.

· Setelah itu lakukakanlan langkah no.2 hingga no.6 seperti diatas.

Untuk mempercepat dan mempermudan proses pengomposan, anda disarankan untuk mencacah dulu sampah organis menjadi sekitar 1 setimeter. Ini bukan keharusan, tetapi saran untuk mempercepat proses pengolahan.

Bantalan sekam dan kain berfungsi mencegah lalat masuk dan bertelur yang dapat menimbulkan belatung. Bila telur lalat terbawa dari sampah yang dimasukkan ke dalam keranjang, penutup ini mencegah lalat keluar dari keranjang dan akan mati di dalam keranjang. Bantalan dan kain menjamin penutupan keranjang tetapii udara tetap dapat keluar masuk.

Apa yang perlu dilakukan bila keranjang penuh? ini adalah saatnya memanen kompos !

Bila keranjang penuh, maka 1/3 bagian dari isi keranjang sudah dapat kita ambil untuk dijadikan kompos.

1. Keluarkan media pengkomposan dari keranjangnya, kemudian pisahkan media yang warnanya lebih gelap & lembut(sudah menjadi kompos).

2. Untuk mengambil yang paling lembut bisa mengayaknya dengan menggunakan tutup keranjang, jumlah yang dikeluarkan sebanyak 1/3 dari isi keranjang.

3. Setelah itu masukan kembali sisa pemilihan(pengayakan) termasuk sampah-sampah yang belum terurai kedalam keranjang untuk menjadi media pengkomposan selanjutnya, hingga keranjang kembali terisi 2/3 nya & tempatkan sampah organis yang belum mengurai di bagian bawah campuran media.

Kompos yang dipanen kita matangkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari selama setidaknya satu minggu. Setelah itu, kompos siap digunakan.


Anda dapat juga memanen kompos sebelum keranjang penuh, dengan cara seperti di atas. Sisakan setidaknya 1/3 kompos. Campurkan sisa kompos dengan sekam, sampai volumenya mendekati 2/3 volume wadah. Aduk-aduk dengan air sampah campuran cukup lembab. Tambahkan beberapa genggam bekatul, dan larutan air gula(beberapa sendok yang dilarutkan dalam 1 gelas air)

Perawatan Keranjang Takakura
Kapan perlu merawat kompos di dalam keranjang ?

Dengan merawat media kompos yang berada di dalam keranjang, menjamin dia bekerja optimal. Perawatan tidak perlu dilakukan secara rutin. Sebenarnya dalam keadaan normal starter sudah mendapatkan apa yang dibutuhkannya untuk hidup dari sampah yang anda masukkan (air dan berbagai jenis nutrisi). Tetapi, ada saja keadaan yang membuat keadaan kompos menjadi tidak normal.

Tanda-tanda kompos di dalam keranjang membutuhkan perawatan :
1. terlalu kering atau terlalu basah
2. terlalu padat/kurang gembur
3. timbul bau tak sedap
4. kompos menjadi dingin
5. penguraian sampah lebih lambat dari biasanya

Bila keadaan kompos cukup lembab, terlebih lagi bila terasa hangat, maka biasanya anda tidak perlu melakukan perawatan apapun

Yang penting anda memiliki kepekaan melihat tanda-tanda ‘ketidaknormalan kompos’, setiap kali anda memasukkan sampah ke dalamnya. Kepekaan ini berkembang sejalan dengan ‘jam terbang’ anda dengan keranjang Takakura:
Bagaimana cara merawat kompos di dalam keranjang ?

1.Periksa secara rutin kelembaban kompos. Kompos perlu terasa basah tetapi tidak becek. Bila terlalu kering semprotkan atau perciki dengan air sambil diaduk. Air yang digunakan tidak perlu air bersih, asalkan tidak mengandung sabun atau bahan-bahan beracun. Anda dapat menggunakan misalnya sisa mencuci beras/teh/kopi/sayuran/daging. Air ini bahkah mengandung nutrisi tambahan yang bermanfaat bagi kompos.

2.sesekali aduk-aduk sampai agak dalam, agar starter kompos bagian dalam terjaga kegemburannya.

3.sesekali anda dapat menambahkan beberapa genggam daun kering atau tanah subur dari kebun atau sekam padi untuk mengoptimasi fungsi kompos.

4.Bila anda ingin mempercepat pengkomposan, sesekali bisa ditambahkan beberapa genggam bekatul. Bekatul memberikan nutrisi tambahan yang akan meningkatkan kinerja bakteri. Selain itu bisa juga dengan air cucian beras atau larutan air gula.

Merawat komponen Takakura

•Cuci kain penutup satu minggu sekali
•Dalam 2-3 bulan kardus biasanya sudah mulai rusak dan perlu diganti. Keluarkan terlebih dahulu seluruh media kompos sebelum mengganti kardus. Kardus dapat diperoleh dengan harga murah di pasar. Sisa kardus lama dapat dikompos di dalam Keranjang Takakura.

Bagaimana saya tahu keranjang Takakura sedang bekerja dengan baik ?

Tanda yang terpenting adalah, volume sampah yang anda masukkan berkurang terus dan keranjang tidak cepat penuh.
Selain itu, bila anda merasa kompos dalam keranjang dalam keadaan hangat, ini berarti sedang dalam keadaan sangat baik, dan mengkompos dengan cepat.

Mengatasi masalah Takakura
Terkadang ada saja hal-hal membuat kompos di dalam keranjang takakura mengalami kondisi tidak normal yang ekstrim. Dua masalah yang paling sering terjadi, yaitu munculnya bau tidak sedap dan pengkomposan yang terhenti. Berikut ini cara mengatasi kedua masalah tersebut.

1.mengatasi bau tidak sedap : ada banyak hal yang menyebabkan kompos menghasilkan bau tidak sedap, namun umumnya anda dapat mengatasinya dengan mencampurkan sejumlah sekam ke dalam kompos (semakin bau semakin banyak). Aduk-aduklah hingga merata. Kemudian tutup kembali keranjang Takakura.

2.bila pengkomposan terhenti dan menjadi dingin : ini biasanya terjadi karena pengurai berhenti bekerja, akibat kondisi yang menjadi tidak normal atau kekurangan nutrisi tertentu. Untuk ’membangunkan’ kembali para pengurai, anda dapat menambahkan beberapa genggam bekatul dan segelas larutan air gula. Aduk-aduk hingga merata.

Bila dalam tiga hari kondisi kompos tidak mengalami perbaikan, cobalah minta bantuan pada yang lebih memahami masalah pengkomposan.

Mengapa Takakura Mengalami Masalah ?

Takakura mengalami masalah biasanya karena :
Penyebab masalah dan Cara Mengatasi

Terlalu banyak sampah dimasukan sekaligus (lebih dari 2 kg/hari). Prinsip pengkomposan dengan Takakura adalah media harus jauh lebih banyak dari sampah yang akan diuraikan. Tambahkan banyak sekam. Aduk-aduk dengan kompos di dalam Takakura. Bila dalam beberapa hari ternyata kompos masih dingin, coba tambahkan bekatul.
sampah terlalu basah atau terlalu kering.  Bila terlalu basah, tambahkan sejumlah sekam dan aduk-aduk dengan sampah lainnya.
 Bila terlalu kering, tambahkan air dan aduk-aduk. Lebih baik gunakan air bekas cucian beras atau rebusan sayur, karena menambah nutrisi. Usahakan tidak menggunakan air PDAM yang mengandung kaporit.
takakura terlalu lama tidak diisi sampah.  Tambahkan kembali sampah dan air, aduk-aduk. Sampah kaya karbohidrat (nasi dll) dan buah bagus untuk membangunkan kembali para pengurai. Kalau dalam beberapa hari, kompos tidak menjadi hangat, tambahkan kembali sejumlah bekatul bila dirasa perlu.
 Bila jumlah kompos telah menjadi terlalu sedikit (kurang dari ½ tinggi wadah), campurkan sekam hingga tingginya mendekati 2/3. Tambahkan beberapa genggam bekatul. Aduk hingga merata.
bertelurnya lalat di dalam keranjang atau ada telur lalat/serangga yang turut masuk kedalam keranjang (penyebab munculnya belatung*).  Jangan biarkan sampah terlalu lama diluar keranjang sehingga mengundang lalat & serangga bertelur di sampah itu. Segera masukan sampah kedalam keranjang begitu sampah dihasilkan !
Menghilangkan belatung (optimasi bila anda merasa jijik/geli).  bisa menambahkan sekam kedalam keranjang, dengan terlebih dulu mengeluarkan beberapa bagian isi keranjang, sekam yang sifatnya kasar akan menghambat pertumbuhan dan mematikan belatung.
 selain itu untuk menghambat dan mematikan belatung perlu dijaga kondisi suhu media kompos, usahakan tetap panas sehingga belatung akan cepat mati.
 Selain itu bisa dengan mengeluarkan dulu isi keranjang dan menjemurnya di terik matahari.
 Bila anda memiliki ayam atau burung peliharaan maka larva/belatung tadi bisa menjadi makanan yang bagus untuk ayam atau burung.

*Belatung sebenarnya membantu mempercepat proses penguraian sampah, jadi dia sebenarnya bagus,namun biasanya kita merasa jijik/geli melihatnya sehingga merasa perlu dihilangkan, membiarkan atau menghilangkan belatung ini tergantung pilihan anda.

Membuat Biang Kompos

Apakah Biang Kompos itu ?
Biang kompos adalah bahan yang terutama berisi mikroorganisme pengurai. Mikroorganisme pengurai ini adalah yang paling kita butuhkan untuk mengawali proses pengkomposan. Semakin banyak jumlah pengurai, semakin cepat pula proses pengkomposan.

Biang kompos sebenarnya adalah kompos juga. Tetapi biang kompos dibuat dengan tujuan utama memperbanyak mikroorganisme pengurai dalam waktu singkat. Karena proses pembuatannya yang singkat, biang kompos dapat juga kita sebut kompos instan. Namun, kandungan nutrisi dalam biang kompos relatif miskin, sehingga tidak berguna sebagai pupuk.
Dalam pembuatan biang kompos, mikroorganisme pengurai dipancing untuk tumbuh dengan makan ‘instan’ berupa bekatul dan gula. Jadi, tidak banyak nutrisi yang dikandung dalam biang kompos.

Nutrisi untuk pengkomposannya sendiri serta memperkaya kompos kita nantinya akan berasal dari sampah organis yang kita olah.
Biang kompos ini sering disebut juga sebagai biakan bakteri padat atau starter.
Kapan kita perlu membuat Biang Kompos ?
Sebenarnya, bila kita telah memiliki kompos matang dalam jumlah cukup banyak, kita dapat langsung membuat kompos dengan mencampurkannya dengan sampah organis.
Ini karena kompos sebenarnya sudah mengandung bakteri yang kita butuhkan untuk menguraikan sampah organis dan menyediakan kondisi lingkungan yang cocok untuk proses pengkomposan.

Namun, ada saat di mana kita :
1. belum memiliki kompos dalam jumlah cukup banyak, atau
2. kita ingin membuat cukup banyak keranjang takakura, dan kompos yang kita miliki kurang.
Pada saat seperti ini tidak mudah untuk mengadakan kompos dalam jumlah cukup banyak dalam waktu cepat. Nah, karena itulah kita perlu membuat biang kompos.

Cara Membuat Biang Kompos

Cara pembuatan biang kompos di bawah ini hanyalah contoh. Pada kenyataannya anda dapat menyesuaikan bahan yang digunakan dengan bahan-bahan yang banyak tersedia di sekitar kita. Silahkan lihat penjelasan tentang komponen dan fungsi setiap bahan biang kompos di bagian berikutnya.
Prinsip utama dari pembuatan biang atau media kompos ini adalah menyiapkan pasukan (baca: bakteri yang menguntungkan) C (karbon) dan N (nitrogen) yang lazim disebut starter pengkomposan.

Takaran dan Bahan utama:
Takaran yang biasa digunakan adalah takaran volume bukan berat. Jadi anda tidak perlu menimbangnya, tetapi menakar berdasarkan volume, misalnya dengan gayung atau ember & penakaran volume lebih praktis.

Bahan dasar yang dipergunakan adalah :

1. Sekam(kulit padi) : 4 takaran volume
2. Bekatul(uut) : 1 takaran volume
3. Tanah subur : minimal 1 takaran volume
4. Air gula : untuk satu karung(volume 50 kg) hasil campuran jadi, cukup ditambahkan larutan minimal 1 kg gula pasir, yang sudah dilarutkan kedalam air, bersama-sama saat mencampur bahan.
Alternatif pengganti gula pasir: Air tebu, air kelapa, gula aren/kelapa. Silahkan pilih mana yang lebih murah dan gampang diperoleh.

Starter Kompos yang baik diperoleh dari: perbandingan unsur Carbon dan Nitrogen dengan ratio = 4 (karbon) : 1 (nitorgen)


Tahapan pembuatan:
1. Campurkan semua bahan di atas sampai merata sambil ditambahkan air murni dan air gula.
2. Penyiraman saat mencampur kira-kira sampai seluruh campuran pada kondisi cukup lembab tersirami (jangan sampai menggenang).

sebagai tempat berkembangbiak bakteri dan sekaligus makanan bakteriCara mengukur kadar air : ketika hasil campuran tadi di genggam tangan campuran akan menggumpal

3. Bila pencampuran sudah selesai, masukkan campuran kedalam karung. Bila pencampuran dilakukan dengan benar, dalam satu sampai 1.5 hari campuran akan menjadi hangat. Bila dalam 1.5 hari campuran telah memanas, diamkan hingga 4–7 hari, (biasanya 4 haripun sudah cukup bila proses dilakukan dengan benar)

Bila campuran tidak hangat, pencampuran perlu diulangi dengan menambahkan air gula, air murni dan bekatul, bila dirasa perlu maka bisa ditambahkan sumber bakteri yang lain.


4. Setelah 4-7 hari, masukkan campuran ke dalam keranjang takakura hingga memenuhi 2/3 bagiannya.

Untuk menjaga kadar air dan kualitas campuran saat proses pembuatan, lebih dianjurkan selama proses 4 – 7 hari penyimpanan itu minimal setiap 2 hari sekali campuran ini kembali dibolak-balik(diaduk) dan ditambahkan air(air bekas cucian beras lebih dianjurkan selain air biasa) untuk menjaga kelembaban campuran.

Karena biasanya ada proses penguapan yang terjadi saat penyimpanan itu, sehingga campuran akan terasa lebih kering.

5. Akhirnya kita dapat mulai mengkompos dengan keranjang takakura.

Anda juga dapat membahkan sejumlah bahan untuk memperkaya jenis mikroorganisme pengurai pada biang bakteri, untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguraikan berbagai jenis bahan, yaitu : pupuk kandang dan pupuk daun dengan masing-masing 0.5-1 takaran.
Panduan Bahan & komposisi Umum Biang Kompos
Di bawah ini adalah gambaran bahan dan komposisi biang kompos yang dapat menjadi pegangan untuk membuat biang kompos berdasarkan materi lokal yang ada di sekitar kita. Yang terpenting adalah memahami fungsi dan kandungan yang dibutuhkan dari setiap komponen. Sedangkan bahan yang dapat digunakan dapat kita pilih dari bahan yang ada di sekitar kita yang sesuai fungsi dan kandungannya.

Kandungan

utama

Contoh sumber/ pilihan

Takaran (Volume)

Fungsi Utama

Karbon

Sekam padi, serbuk gergaji, daun-daun kering

4

Sebagai tempat berkembangbiak bakteri dan sekaligus makanan bakteri

Nitrogen

Bekatul/dedak/uut

1

Sebagai makanan bakteri

sumber Bakteri

Tanah subur(tanah berwarna gelap), pupuk kompos(dari tanaman), pupuk kandang dsj.

1

(lebih banyak lebih baik)

Sebagai sumber mikroorganisme pengurai utama proses komposting (tentara kompos)

Zat Gula

(glukosa)

Air gula dari gula pasir, gula aren, gula kelapa, gula tebu, atau bisa juga dengan air tebu.

· 1 kg gula (dilarutkan bersama air saat mencapur bahan)

· Untuk porsi satu karung volume 50 kg.

Sebagai makananan untuk Mempercepat perkembangbiakan bakteri dalam campuran starter kompos

Air

Air bersih biasa (usahakan jangan air yang mengandung kaporit atau air yang tercemar, karena dapat menghambat pertumbuhan pengurai)

Secukupnya (lihat kembali paragraf cara mengukur kadar air, di halaman sebelumnya)

§ Untuk melarutkan zat gula diatas

§ Untuk membasahi seluruh bahan dasar pada saat dicampur dan diaduk bersamaan (hingga lembab).


Syarat Agar Biang Kompos Dapat Terpelihara Dengan Baik:

Suhu:
Salah satu tanda bahwa starter pengkomposan yang dibuat berhasil adalah suhu. Suhu jadi berkisar antara 350 – 700C, merupakan suhu hidup bagi bakteri-bakteri menguntungkan(bakteri thermopilic). Diatas 700C, bakteri yang menguntungkan ini akan kalah/mati dibandingkan dengan bakteri yang tidak menguntungkan. Sedangkan kalau dibawa 350 berarti-bakteri thermopilic belum berkembang biak, salah satu penyebabnya mungkin karena belum mendapat asupan makanan.
Cara praktis mengukur suhu bila tidak memiliki thermometer adalah dengan menggunakan punggung telapak tangan yang diletakkan di atas starter kompos, bila hangatnya sudah seperti saat kita mengukur suhu kening seseorang yang sakit berarti suhunya sudah cukup sesuai dengan kebutuhan.

Cara praktis mengukur suhu bila tidak memiliki thermometer adalah dengan menggunakan punggung telapak tangan yang diletakkan di atas starter kompos, bila hangatnya sudah seperti saat kita mengukur suhu kening seseorang yang sakit berarti suhunya sudah cukup sesuai dengan kebutuhan.

Indikasi bahwa bakteri yang kita siapkan untuk kompos ini hidup dan berkembang adalah kalau suhu bahannya meningkat (35 – 700C), warnanya berubah menjadi kehitaman. Kalau indikasi diatas tidak tercapai, berarti bakterinya tidak berkembang biak. Untuk itu perlu diberi makan. Masukkan larutan gula lalu basahi bahan dasar tadi, ini adalah langkah yang paling instant untuk memberi asupan makanan.

Jenis Bakteri:
Bakteri penguarai yang diorganisir dalam media pengkomposan dengan metode keranjang TAKAKURA adalah bakteri Aerob (yang memerlukan oksigen dalam kerja penguraiannya).
Bakteri ini bisa didapat dengan mudah di tanah-tanah yang subur di sekitar kita (tanah kebun, tanah dari humus di sekitar pepohonan) yang biasanya berwarna gelap/hitam dan gembur.
Bakteri Aerob yang lebih cepat melakukan proses penguraian seperti sudah disebut diatas bernama bakteri thermopilic, yang hidup dalam suhu hangat dan cenderung panas.
Meskipun dalam kondisi dingin bukan berarti tidak terjadi penguraian (bakteri mati) namun proses penguraian yang terjadi adalah oleh bakteri yang hidup dengan suhu dingin yang biasanya kerjanya lebih lambat dari bakteri suhu hangat (thermopilic).

Aerasi:
Karena proses pengkomposan dengan metode keranjang Takakura ini dilakukan oleh bakteri Aerob, maka pasokan oksigen kedalam media melalui udara menjadi sangat penting dijaga.
Proses penyaluran udara yang paling mudah dilakukan adalah melalui rutinas pengadukan media setiap kali hendak memasukan sampah kedalam media tersebut.
Selain itu metode keranjang takakura ini sudah dirancang sedemikian rupa supaya pasokan oksigen bisa optimal masuk kedalam media pengkomposan.

Start Up Manual


Keranjang
Kompos Takakura


Ayo mengkompos di dalam rumah


Banyak orang yang paham pentingnya mengkompos sendiri sampah organis kita, tetapi tidak melakukan karena tidak punya lahan atau khawatir merepotkan. Keranjang Takakura dirancang bagi anda yang ingin mengkompos di dalam rumah dan menginginkan cara yang paling praktis dalam mengkompos !

Dengan keranjang Takakura ini kepedulian anda dapat kita wujudkan dalam karya nyata !
Ada apa di dalam keranjang ini ?

1.Wadah : keranjang berpori dari plastik tahan lama (Polipropilen), merek Lion Star, dilengkapi dengan penutup

Polipropilen adalah jenis plastik yang paling aman diantara jenis-jenis plastik lainnya. Paling kecil kemungkinan terjadi kontaminasi logam berat dari plastik ke kompos dan tahan lama (tempat plastik tidak cepat menjadi sampah).

2.Biang Kompos(sumber bakteri pengurai): diisi sampai 2/3 ukuran wadah (berat starter kompos ± 7 –7,5 Kg.). Biang kompos berisi media dan mikroorganisme pengurai. Anda hanya membutuhkan biang kompos untuk pertama kali saja, untuk selanjutnya anda akan menggunakan kompos yang anda hasilkan sendiri membuat kompos dengan keranjang Takakura.

3.Lapisan Kardus : merupakan kardus pakai ulang (re-use), digunakan sebagai pelapis dinding wadah. Berfungsi menahan panas dan mencegah kompos keluar dari wadah. Sifat kardus yang bisa menyerap air menjadikan kelebihan air akan terserap melalui kardus. Selain itu pori-pori kardus akan memudahkan sirkulasi panas & udara melalui pori-porinya.

4.Bantalan sekam : sejumlah dua buah, di letakkan di bawah dan di atas starter kompos. Berfungsi menjaga sirkulasi udara, menahan panas dan mengatur kelembababan.

5.Kain penutup berukuran disesuaikan dengan tutup keranjang, ditempelkan pada tutup keranjang dengan karet.

Berfungsi mencegah lalat & serangga masuk kemudian bertelur di dalam wadah.

6.Sekop kecil untuk mengaduk, berbentuk segitiga runcing supaya lebih memudahkan mengaduk dan menggali hingga bagian lebih dalam.

7.Manual Penggunaan keranjang pengkompsoan TAKAKURA.

Di dalam harga produk juga tekandung :

 biaya tenaga kerja, agar mereka yang mengerjakan produk ini mendapatkan biaya hidup sesuai dengan waktu dan tenaga yang diberikannya dalam proses penyiapan produk ini
Kontribusi bagi biaya proses riset dan pengembangan


Memulai Hidup dengan Keranjang Takakura


Kenalkan Keranjang Takakura Dengan Lingkungan Rumah Anda

1.Bukalah keranjang Takakura.
2.Ambillah sejumlah tanah subur dari kebun atau pot rumah anda
3.Aduk-aduklah tanah tersebut ke dalam biang kompos.

Apa yang anda lakukan pada dasarnya adalah memasukkan pengurai (bakteri dan jamur) lokal ke dalam Keranjang Takakura. Walau sudah ada pengurai di dalam biang kompos keranjang Takakura, namun kami percaya bahwa pengurai lokallah yang terbaik.
Dengan memasukkan pengurai lokal, anda membantu Keranjang Takakura beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Di mana meletakan Keranjang Takakura?

Ingatlah, keranjang takakura dirancang sebagai sarana pengkomposan di dalam rumah. Jadi manfaatkan sebaik mungkin kemampuan ini dengan menempatkannya di lokasi-lokasi strategis dalam rumah anda.
•Letakkan di tempat yang strategis di dalam rumah, dimana sampah organis paling banyak dihasilkan (misalnya di dapur atau ruang makan). Ini akan memudahkan anda memanfaatkan keranjang Takakura.
•Hindarkan dari terik matahari langsung, agar keranjang tidak cepat rusak dan kompos tidak cepat kering.
•Hindarkan dari hujan (taruh di tempat teduh).

Keranjang Takakura dirancang sedemikian rupa sehingga dalam keadaan normal, keranjang ini tidak akan menghasilkan bau.
Apa yang anda lakukan tiap hari dengan keranjang Takakura ?
Yang perlu anda lakukan setiap hari dengan keranjang Takakura hanyalah memasukkan sampah organis dan mengaduk/menguburnya dengan kompos yang telah ada di dalam keranjang.


Sesederhana itu !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar